Sang-rajawali.blogspot.com

Situs personal yang memuat artikel tentang seni, budaya, filsafat, religi, humaniora, mistik, politik, teknologi, free-stuff.
Kirimkan artikel/iklan anda ke : admin.sang-rajawali.blogspot.com. Artikel yang sesuai dengan konten blog ini akan diseleksi dan dimuat di blog ini sesuai katagorinya. Untuk pemasangan iklan private pada "banner jin" akan dimuat setelah kiriman di-approve oleh admin.

Iklan 125 X 125

Iklan 125 X 125

Iklan 125 X 125

My Little Family

My Little Family
Aku - Nurlita Dyah Asmarani - Shourraya Callista (2th)

28 January 2009

Martabat Nafsu

Pengertian nafsu yang sesungguhnya bukanlah seperti yang sering kita kenal maknanya di kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini sesungguhnya “nafsu” adalah jiwa manusia, yang awalnya bersih putih seperti kapas. Bayi (bayi : Insan Kamil : Manusia Sempurna) yang dilahirkan adalah putih bersih, penuh dengan gemerlap “NurQalbin” (cahaya hati yang tunduk pada janji dan amanah Allah). Kemudian menjadi penuh coretan-coretan dunia oleh karena mulai lalai dengan janji dan mulai rentan terhadap amanah yang dititipkan Allah kepadanya. Semakin banyak coretan-coretan dunia adalah pertanda semakin jauh manusia terjerumus pada godaan dan hasutan Iblis dan Syeitan yang terkutuk, dan semakin tebal gumpalan darah kotor yang ada pada ujung jantungnya. Jadilah manusia itu mulai mengalami keredupan “Cahaya Hati” pada dirinya. Maka semakin turunlah martabat nafsu/jiwanya di hadapan Allah SWT.


Jadi, makna nafsu/jiwa adalah merujuk pada suatu martabat perilaku manusia untuk sejauh mana dia mampu menjaga NurQalbun agar tetap menyinari seluruh jiwa raganya dengan cara memegang teguh martabat kesucian diri pada hakikat dan makrifat kepada Allah SWT. Nafsu/jiwa inilah nantinya yang akan menjadi dinding (hijab) perhubungan antara hamba dengan Tuhannya.

Walau sangat jauh dari yang sesungguhnya (haq), dengan memohon petunjuk ke hadirat Allah SWT dan memohon ampun atas segala kekhilafan, kita mencoba menggambarkan kedudukan dari uraian di atas sekedar sebagai suatu gambaran sebatas daya upaya manusia yang lemah seperti syair berikut ini :

Seperti layaknya lentera di malam hari
Terang benderanglah aku karena cahayanya, seperti di siang hari
Minyak “zaitun” tlah membuatnya slalu menyala sepanjang malamku
Hingga satu saat nanti habis, maka tiada lagi cahaya lentera
Tiada lagi siang bagiku

Seperti layaknya lentera yang diberikan kepadaku
Jadilah aku pemalas tiada berbalas, yang slalu lupa membersihkan kacanya
Hingga semakin redup cahaya lentera, dari masa ke masa
Sampailah akhirnya, tiada lagi siang bagiku
Walau minyak “zaitun” masih ada
Hanya karena kaca lentera yang sudah menghitam

Perlu dicermati dari syair di atas adalah kata-kata :

  • Lentera
  • Cahaya lentera
  • Kaca lentera
  • Siang hari
  • Malam hari
  • Minyak “zaitun”
Martabat nafsu/jiwa pada diri manusia adalah terdiri dari 7 martabat seperti yang termaktub di dalam Al Qur’an Surah Al Mu’minuun 17 :
“Sesungguhnya Kami telah mencipta ke atas dirimu tujuh jalan (nafsu)”

Yaitu :
  1. Amarah
  2. Lawwamah
  3. Mulhammah
  4. Muthma’innah
  5. Radhiyah
  6. Mardhiyah
  7. Kamaliah




3 komentar:

NurQalbun berkomentar :

assalamualaikum..penerangan yg ringkas dan padat..boleh dijadikan rujukan??

Onny Gaffar berkomentar :

Udah tentu boleh donk. Selama bermanfaat ;))

NurQalbun berkomentar :

heee :D trima kasih yaa..hehe

Beri Komentar

 

Public Ads Info

PT. Reyvita Salsabila. Agen perjalanan untuk ONH Plus, domestik, dan luar negeri. Kantor pusat Jl. A. Wahab Syahrani - Samarinda - Kalimantan Timur. Contact Person : Syafii Jafar (08125523874).

In house Training. Komunitas Pengembangan Teknologi - Polnes telah membuka in house training untuk beberapa paket : Instrumentasi, Interface Programming, Microprocessor, C++ and Assemby Programming. Contact person : Supriadi, SST (081347543575), Agusma W, SST (081350092747), Arif Bram, SST (081347023452).

Kumpulblogger.com Ads Info

Terawangan (percaya atau tidak)

Petarung Linglung.06 Maret 2009, 15:28 PM. Arena pertarungan adalah tempat favoritnya. Senjata adalah mainannya. Berbagai jurus adalah makanannya. Segala bentuk kanuragan dan ilmu kedigdayaan habis tuntas dirampas.Si petarung sekarang merasa telah mencapai titik puncak kejayaan. Nun jauh di sana, sang waktu sedang menanti bertemunya para pemuja petarung dengan orang-orang yang terbantai, bertempurnya dua kekuatan. Puncak kemenangan dan puncak gundah gulana teraniaya. Wallahu a'lam. (sumber : dirahasiakan).

Pemicu sudah tercipta.Maha Besar Allah. Akhirnya pemicu terjadinya takdir-Nya ternyata ditimbulkan dari orang-orang yang memang akan "dimusnahkan"-Nya, bukan dari para pejuang kebenaran. Tunggu saja dan waspada terhadap kaum munafik. Sabar adalah kunci, istiqomah adalah pelindung. (sumber : dirahasiakan).

"Huru-hara besar".Sekitar bulan ketiga tahun 2009 akan terjadi huru-hara besar yang menjadi awal dari huru-hara yang lebih besar lagi. (sumber : dirahasiakan).

Kursi Panas.“Kursi-kursi” yang ada di seantero bumi Nusantara sekarang ini telah banyak yang meningkat suhunya. Entah disengaja atau tidak, setiap orang yang melihat menjadi “enggan”, setiap orang yang duduk di sana menjadi “panas” dan menimbulkan energi “panas” di sekitarnya. Waspada bagi yang melihat, segera introspeksi yang sedang duduk di sana. (sumber : dirahasiakan).

Injury Time.Layaknya permainan sepak bola, sekarang ini sedang berlangsung “injury time” bagi yang sedang “berkuasa” atau yang sedang “menguasai lapangan pemainan”. Semoga “injury time” ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi “semua tim”. Tetapi perlu diwaspadai, event “suddent death” bisa terjadi setiap saat. (sumber : dirahasiakan).

"Rudal nyasar".Tidak selamanya alat “pelacak panas” yang terpasang di setiap “rudal” dapat berfungsi dengan baik. Ada kalanya oleh karena sesuatu dan lain hal, bisa terjadi peristiwa “rudal nyasar”. Bisa dipastikan peristiwa “rudal nyasar” akan berakibat buruk bagi target yang sesungguhnya bukan target. Perlu diwaspadai : “yang dianggap salah belum tentu salah, yang merasa benar sudah pasti tidak benar”. “Rudal nyasar” kebanyakan terjadi oleh karena salah menterjemahkan kata “benar dan salah”. (sumber : dirahasiakan).

Conteng saya.Sekarang ini, langit telah dipenuhi oleh do’a-do’a yang pada intinya bermakna “conteng saya” yang bertarung dengan kemurnian do’a orang-orang yang teraniaya. Do’a-do’a yang bermakna “conteng saya” tetap akan berjaya selama “injury time”. (sumber : dirahasiakan).

Satria emas berkuda putih.Akan datang “satria emas berkuda putih” dengan membawa “seribu pasukan langit” yang tidak tampak bagi hati yang “tertutup nafsu”. Kedatangannya disebabkan oleh “gudang langit” yang sudah tidak mampu lagi menampung do’a orang-orang yang teraniaya. (sumber : dirahasiakan).

Pengikut

Komentar Terbaru

sang-rajawali.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Fully redesigned template by Onny Gaffar | or please Contact Me