Tujuh Citra Diri
Tujuh citra diri adalah pintu-pintu yang dapat dipergunakan oleh manusia untuk menapaki perjalanan singkatnya menuju Sang Pencipta kembali ke "Kampung Halaman". (Baca juga di sini dan di sini). Sesungguhnya menurut para "ahli" terdapat sembilan citra diri, dengan dua citra yang disembunyikan. Wallahu a'lam bissawaab.
Dalam hal pencapaian tujuh martabat perjalanan diri untuk kembali ke "kampung halaman" (Hubungan martabat nafsu dengan martabat ketuhanan akan dibahas kemudian), maka dicerahkanlah diri manusia dengan Tujuh Citra Diri, yang berupa nokhtah halus (Lathaif) pada diri manusia. Bertempat di tujuh titik yang berbeda, yang membawa sifat baik dan buruk yang berbeda-beda pula. Tiap Lathaif akan memancarkan warna yang berbeda-beda secara metafisis. Sedangkan pengaruh fisis yang mudah untuk diamati adalah perilaku manusia itu sendiri terhadap sesama makhluk Allah yang lain (tidak sebatas hanya manusia saja).
Tujuh Citra Diri sebagai pintu awal menuju "Kampung Halaman"
- Tepat di tengah rongga dada. Membawa sifat sombong dan sejenisnya. Bila terbersihkan maka akan membawa sifat kepasrahan yang berakal.
- Dua jari di bawah puting susu kiri. Membawa sifat syirik dan kekafiran. Bila terbersihkan akan membawa "rasa" ketauhidan yang tinggi.
- Dua jari di atas puting susu kiri. Membawa sifat jahiliyah (kebodohan : kepandaian yang tidak berdasar pada Ketuhanan). Bila terbersihkan akan menciptakan wadah keilmuan yang hakiki.
- Dua jari di bawah puting susu kanan. Membawa sifat binak jinak (manja, suka dipuji, suka dikasihani, mudah putus asa, dan sejenisnya). Bila terbersihkan akan menciptakan kehalusan perilaku bathin.
- Dua jari di atas puting susu kanan. Membawa sifat binatang buas (pemarah, kasar, jorok, non-etika, dan sejenisnya). Bila terbersihkan akan menciptakan kehalusan budi pekerti.
- Di antara kedua kening. Membawa sifat fantasi, imajinasi, khayalan, dan sejenisnya. Bila terbersihkan akan membuka pintu keghaiban.
- Dari ujung kaki hingga ubun-ubun. Membawa sifat totalitas diri (performa, karakter, perilaku diri secara keseluruhan). Bila terbersihkan akan memunculkan "penampakan diri bathin"
Tentang bagaimana cara membersihkannya, meskipun telah banyak teknik dan metode yang telah dikenalkan oleh para "ahli kebathinan", menurut mas Don yang terbaik adalah bagaimana memahami konsep dan makna yang terkandung pada uraian Tujuh Citra Diri seperti di atas.
Untuk kemudian dapat menjadi pedoman diri sendiri untuk menapaki perjalanan hidup di dunia ini, yang seharusnya.
Penting....!!!!
Wallahu a'lam bissawaab

0 komentar:
Beri Komentar