Sang-rajawali.blogspot.com

Situs personal yang memuat artikel tentang seni, budaya, filsafat, religi, humaniora, mistik, politik, teknologi, free-stuff.
Kirimkan artikel/iklan anda ke : admin.sang-rajawali.blogspot.com. Artikel yang sesuai dengan konten blog ini akan diseleksi dan dimuat di blog ini sesuai katagorinya. Untuk pemasangan iklan private pada "banner jin" akan dimuat setelah kiriman di-approve oleh admin.

Iklan 125 X 125

Iklan 125 X 125

Iklan 125 X 125

My Little Family

My Little Family
Aku - Nurlita Dyah Asmarani - Shourraya Callista (2th)

10 March 2009

Sistem Pakar Kinerja SDM

Ringkasan Penelitian (Penelitian Mandiri - th. 2000)
Judul Lengkap :
Pengembangan Sistem Pakar Kesesuaian Gaya Kepemimpinan dengan Wilayah Kinerja Bawahan dengan menggunakan MS. Access.
Achmad Fanany Onnilita Gaffar
Jurusan Teknik Elektro – Politeknik Negeri Samarinda
Samarinda – Kalimantan Timur - Indonesia


Abstrak
Gaya kepemimpinan oleh para ahli dikatagorikan menjadi : partisipatif, demokratif, persuasif, dan otoriter. Sedangkan wilayah kinerja bawahan diklasifikasikan menjadi : kemauan dengan kemampuan, kemauan tanpa kemampuan, kemampuan tanpa kemauan, tanpa kemauan dan kemampuan. Dengan bantuan komputer, sistem pakar akan mengadopsi kemampuan seorang pakar leadership dalam proses “learning” nya, yang kemudian akan digunakan untuk berinteraksi dengan user dalam proses “problem solving” untuk menguji kesesuaian gaya kepemimpinan dengan wilayah kinerja bawahan. Sistem pakar ini dapat diaplikasikan untuk recruitment, evaluasi kinerja pemimpin dan bawahan.Merancang struktur basis pengetahuan (fakta dan aturan) dari kasus di atas berdasarkan katagori : user (pimpinan, bawahan), gaya pimpinan (partisipatif, demokratif, persuasif, otoriter), kinerja bawahan (mau, mampu), level kinerja (memiliki, tidak memiliki).

Pendahuluan
Menurut pada ahli manajemen leadership bahwa gaya kepemimpinan dikatagorikan menjadi :
  1. Partisipatif. Pemimpin lebih banyak mendengar bawahan. Pemimpin hanyalah merangkum apa yang menjadi aspirasi bawahan kemudian berusahan untuk melaksanakannya. Dalam hal ini bawahan seolah menjadi pemegang keputusan tertinggi. Pemimpin sebagai pelaksana. Dalam hal ini pemimpin seolah hanya berpartisipasi saja di dalam pengambilan keputusan.
  2. Demokratif. Pemimpin lebih banyak mendengar bawahan. Segala aspirasi bawahan dirangkum sedemikian rupa untuk dilakukan seleksi obyektif, mana aspirasi yang positif dan mana yang negatif dengan mengacu pada tujuan organisasi. Pengambilan keputusan tetap dilakukan oleh pemimpin namun lebih menitikberatkan pada aspek aspiratif.
  3. Persuasif. Pemimpin dalam hal akan mengambil keputusan, lebih banyak melakukan pendekatan persuasif kepada bawahan untuk meyakinkan bawahan bahwa keputusan yang akan diambil adalah bermanfaat bagi tujuan organisasi.
  4. Otoriter. Pemimpin dalam hal mengambil keputusan lebih banyak menggunakan kekuatan legitimasi sebagai pemimpin. Bawahan diposisikan sebagai pelaksana.
Sedangkan wilayah kinerja bawahan dikatagorikan berdasarkan aspek “kemampuan” dan “kemauan” sebagai berikut :
  1. Wilayah terbaik. Bawahan rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan. Gaya kepemimpinan yang sesuai untuk wilayah ini adalah partisipatif.
  2. Wilayah sedang. Bawahan rata-rata memiliki kemauan tetapi tidak memiliki kemampuan. Gaya kepemimpinan yang sesuai untuk wilayah ini adalah demokratif.
  3. Wilayah cukup. Bawahan rata-rata memiliki kemampuan tetapi tidak memiliki kemauan. Gaya kepemimpinan yang sesuai untuk wilayah ini adalah persuasif.
  4. Wilayah terburuk. Bawahan rata-rata tidak memiliki kemauan dan kemampuan. Gaya kepemimpinan yang sesuai untuk wilayah ini adalah otoriter.
Hal di atas dapat diilustrasikan dengan gambar berikut :




Sistem Pakar
sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan seorang ahli/pakar ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh seorang ahli/pakar. Dengan sistem pakar maka orang yang tidak ahli pun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan ahlinya/pakarnya. Bagi para pakar, sistem pakar juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman.

Sistem Pakar terdiri dari tiga komponen utama seperti berikut :


Knowledge Base (basis pengetahuan) berisi semua fakta, ide, hubungan, dan interaksi suatu domain kecil.
Mesin inferensi bertugas untuk menganalisis pengetahuan dan menarik kesimpulan berdasarkan basis pengetahuan.
User interface berfungsi sebagai media pemasukan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan dan melakukan komunikasi dengan user.

Dalam penggunaannya, pertama kali sistem pakar akan mengajukan berbagai pertanyaan kepada user dalam rangka mengumpulkan informasi awal tentang suatu masalah yang akan dipecahkannya. Untuk menjawab informasi yang diminta atau memilih salah satu alternatif menu yang ditampilkan di layar, user cukup dengan menekan salah satu tombol pilihan. Jika sistem pakar telah menerima input yang diperlukannya, maka akan dilakukan pelacakan solusi. Output bisa berupa serangkaian rekomendasi yang harus ditempuh user atau memilih salah satu alternatif terbaik dari beberapa pilihan yang disajikan oleh sistem pakar.

Detail struktur Sistem Pakar adalah seperti berikut :


Desain dan Pembuatan
  1. Analisis data dan informasi
    • Klasifikasi data. Data diklasifikasi dalam format kualitatif dengan katagori besarnya adalah (pimpinan, bawahan). Sub klas untuk tiap katagori adalah : pimpinan ((partisipatif, demokratif, persuasif, otoriter), kinerja bawahan (mau, mampu), level kinerja (memiliki, tidak memiliki).
    • Kuantifikasi data. Data kualitatif di atas perlu dikuantifikasi dengan renumerasi yang dapat ditentukan sendiri, misalnya untuk katagori level kinerja : rata-rata sampel data 0 – 50 = tidak memiliki, 51 – 100 = memiliki.
    • Merancang daftar pertanyaan dalam format multi-choice sebagai media “capture data” dari pakar maupun user. Misalnya untuk katagori pimpinan, maka daftar pertanyaan dibuat sedemikian rupa untuk menilai gaya pimpinan.
  1. Merancang struktur basis pengetahuan (fakta dan aturan) dari kasus di atas berdasarkan katagori : user (pimpinan, bawahan), gaya pimpinan (partisipatif, demokratif, persuasif, otoriter), kinerja bawahan (mau, mampu), level kinerja (memiliki, tidak memiliki).
  2. Merancang mesin inferensi yang akan menghubungkan antar fakta dan aturan untuk dianalisa hingga menjadi suatu kesimpulan.
  3. Merancang user interface :
    1. Interface dengan pakar. Sistem menyediakan media penyimpan Daftar Pertanyaan yang telah dibuat dalam format blank multi-choice (pilihan ganda yang dapat diisi secara bebas pilihannya). Dalam hal ini sistem dalam aktivitas “learning”.
    2. Interface dengan user. Sistem menyediakan media penyimpan Daftar Pertanyaan yang telah dibuat dalam format multi-choice untuk diisi jawabannya oleh user. Dalam hal ini sistem dalam aktivitas “solving”.
  4. Mengimplementasi hasil rancangan dalam bentuk program komputer.
  5. Melakukan pengujian program. Pengujian program dilakukan dalam dua sisi, yaitu dari sisi Pakar maka sistem akan diuji interaksinya dengan pakar untuk proses learning. Dari sisi User maka sistem akan diuji interaksinya dengan user untuk proses solving.
Sistem Pakar Uji Kesesuaian Gaya Pimpinan dengan Wilayah Kerja Bawahan dibuat dengan menggunakan MS. Access.


Hasil Akhir
  • Dari sisi pimpinan/calon pimpinan, sistem akan dapat menentukan apakah pimpinan/calon pimpinan yang berinteraksi dengan sistem memiliki gaya kepemimpinan dengan wilayah kerja bawahan yang ada.
  • Dari sisi bawahan/calon bawahan, sistem akan dapat menentukan apakah bawahan/calon bawahan yang berinteraksi dengan sistem memiliki level kinerja yang sesuai dengan gaya pimpinan yang ada.


Bagi yang tertarik dengan ringkasan penelitian ini bisa kirim email via admin.sang-rajawali.blogspot.com





0 komentar:

Beri Komentar

 

Public Ads Info

PT. Reyvita Salsabila. Agen perjalanan untuk ONH Plus, domestik, dan luar negeri. Kantor pusat Jl. A. Wahab Syahrani - Samarinda - Kalimantan Timur. Contact Person : Syafii Jafar (08125523874).

In house Training. Komunitas Pengembangan Teknologi - Polnes telah membuka in house training untuk beberapa paket : Instrumentasi, Interface Programming, Microprocessor, C++ and Assemby Programming. Contact person : Supriadi, SST (081347543575), Agusma W, SST (081350092747), Arif Bram, SST (081347023452).

Kumpulblogger.com Ads Info

Terawangan (percaya atau tidak)

Petarung Linglung.06 Maret 2009, 15:28 PM. Arena pertarungan adalah tempat favoritnya. Senjata adalah mainannya. Berbagai jurus adalah makanannya. Segala bentuk kanuragan dan ilmu kedigdayaan habis tuntas dirampas.Si petarung sekarang merasa telah mencapai titik puncak kejayaan. Nun jauh di sana, sang waktu sedang menanti bertemunya para pemuja petarung dengan orang-orang yang terbantai, bertempurnya dua kekuatan. Puncak kemenangan dan puncak gundah gulana teraniaya. Wallahu a'lam. (sumber : dirahasiakan).

Pemicu sudah tercipta.Maha Besar Allah. Akhirnya pemicu terjadinya takdir-Nya ternyata ditimbulkan dari orang-orang yang memang akan "dimusnahkan"-Nya, bukan dari para pejuang kebenaran. Tunggu saja dan waspada terhadap kaum munafik. Sabar adalah kunci, istiqomah adalah pelindung. (sumber : dirahasiakan).

"Huru-hara besar".Sekitar bulan ketiga tahun 2009 akan terjadi huru-hara besar yang menjadi awal dari huru-hara yang lebih besar lagi. (sumber : dirahasiakan).

Kursi Panas.“Kursi-kursi” yang ada di seantero bumi Nusantara sekarang ini telah banyak yang meningkat suhunya. Entah disengaja atau tidak, setiap orang yang melihat menjadi “enggan”, setiap orang yang duduk di sana menjadi “panas” dan menimbulkan energi “panas” di sekitarnya. Waspada bagi yang melihat, segera introspeksi yang sedang duduk di sana. (sumber : dirahasiakan).

Injury Time.Layaknya permainan sepak bola, sekarang ini sedang berlangsung “injury time” bagi yang sedang “berkuasa” atau yang sedang “menguasai lapangan pemainan”. Semoga “injury time” ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi “semua tim”. Tetapi perlu diwaspadai, event “suddent death” bisa terjadi setiap saat. (sumber : dirahasiakan).

"Rudal nyasar".Tidak selamanya alat “pelacak panas” yang terpasang di setiap “rudal” dapat berfungsi dengan baik. Ada kalanya oleh karena sesuatu dan lain hal, bisa terjadi peristiwa “rudal nyasar”. Bisa dipastikan peristiwa “rudal nyasar” akan berakibat buruk bagi target yang sesungguhnya bukan target. Perlu diwaspadai : “yang dianggap salah belum tentu salah, yang merasa benar sudah pasti tidak benar”. “Rudal nyasar” kebanyakan terjadi oleh karena salah menterjemahkan kata “benar dan salah”. (sumber : dirahasiakan).

Conteng saya.Sekarang ini, langit telah dipenuhi oleh do’a-do’a yang pada intinya bermakna “conteng saya” yang bertarung dengan kemurnian do’a orang-orang yang teraniaya. Do’a-do’a yang bermakna “conteng saya” tetap akan berjaya selama “injury time”. (sumber : dirahasiakan).

Satria emas berkuda putih.Akan datang “satria emas berkuda putih” dengan membawa “seribu pasukan langit” yang tidak tampak bagi hati yang “tertutup nafsu”. Kedatangannya disebabkan oleh “gudang langit” yang sudah tidak mampu lagi menampung do’a orang-orang yang teraniaya. (sumber : dirahasiakan).

Pengikut

Komentar Terbaru

sang-rajawali.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Fully redesigned template by Onny Gaffar | or please Contact Me